Sabtu, 29 Desember 2018
18/19_4PA04_Sistem Informasi Universitas Gunadarma
Haloooo...
kembali lagi di blog saya. Gimana lagi nunggu post bulanan dari blog ini?
Kali ini saya bersama teman-teman saya membuat video tentang Sistem Informasi Universitas Gunadarma. Penasaran gak gimana videonya? Check this out.
Jangan lupa buat like, comment dan subscribe ya!!!
Selamat Menonton...
Selasa, 06 November 2018
#SIP AI (ARTIFICIAL INTELLIGENCE) & EXPERT SYSTEM
DEFINISI AI (ARTIFICIAL INTELLIGENCE)
| encrypted-tbn0.gstatic.com |
AI
(Artificial Intelligence) adalah istilah
yang mungkin akan mengingatkan kita akan kehebatan optimus prime dalam film The
Transformers. Kecerdasan buatan memang kerap diidentikkan dengan kemampuan
robot yang dapat berperilaku seperti manusia. Definisi Kecerdasan Buatan,
Berbagai definisi diungkapkan oleh para ahli untuk dapat memberi gambaran
mengenai kecerdasan buatan, salah satunya adalah menurut Simon (1987), yaitu AI
(Artificial Intelligence) merupakan
kawasan penelitian, aplikasi dan instruksi yang terkait dengan pemrograman
komputer untuk melakukan sesuatu hal yang dalam pandangan manusia adalah cerdas.
SEJARAH
AI (ARTIFICIAL INTELLIGENCE)
Berbagai
litelatur mengenai kecerdasan buatan menyebutkan bahwa ide mengenai kecerdasan
buatan diawali pada awal abad 17 ketika Rene Descartes mengemukakan bahwa tubuh
hewan bukanlah apa-apa melainkan hanya mesin-mesin yang rumit. Kemudian Blaise
Pascal yang menciptakan mesin penghitung digital mekanis pertama pada 1642.
Selanjutnya pada abad 19, Charles Babbage dan Ada Lovelace bekerja pada mesin
penghitung mekanis yang dapat diprogram.
Perkembangan
terus berlanjut, Bertrand Russell dan Alfred North Whitehead menerbitkan
Principia Mathematica, yang merombak logika formal. Warren McCulloch dan Walter
Pitts menerbitkan “Kalkulus Logis Gagasan yang tetap ada dalam Aktivitas” pada
1943 yang meletakkan pondasi awal untuk jaringan syaraf.
Tahun
1950-an adalah periode usaha aktif dalam AI. Program AI pertama yang bekerja
ditulis pada 1951 untuk menjalankan mesin Ferranti Mark I di University of
Manchester (UK): sebuah program permainan naskah yang ditulis oleh Christopher
Strachey dan program permainan catur yang ditulis oleh Dietrich Prinz. John
McCarthy membuat istilah “Kecerdasan Buatan” pada konferensi pertama pada tahun
1956, selain itu dia juga menemukan bahasa pemrograman Lisp. Alan Turing
memperkenalkan “Turing test” sebagai sebuah cara untuk mengoperasionalkan test
perilaku cerdas. Joseph Weizenbaum membangun ELIZA, sebuah chatterbot yang menerapkan
psikoterapi Rogerian.
Selama
tahun 1960-an dan 1970-an, Joel Moses mendemonstrasikan kekuatan pertimbangan
simbolis untuk mengintegrasikan masalah di dalam program Macsyma, program
berbasis pengetahuan yang sukses pertama kali dalam bidang matematika. Marvin
Minsky dan Seymour Papert menerbitkan Perceptrons, yang mendemostrasikan batas
jaringan syaraf sederhana dan Alain Colmerauer mengembangkan bahasa komputer
Prolog. Ted Shortliffe mendemonstrasikan kekuatan sistem berbasis aturan untuk
representasi pengetahuan dan inferensi dalam diagnosa dan terapi medis yang
diyakini sebagai sistem pakar pertama. Hans Moravec mengembangkan kendaraan
terkendali komputer pertama untuk mengatasi jalan yang mempunyai rintangan
secara mandiri.
HUBUNGAN AI (ARTIFICIAL
INTELLIGENCE) DAN KOGNISI MANUSIA
Hubungan
AI dan kognisi manusia bisa dikatakan saling berkaitan, karena konsep yang
dimiliki oleh AI serupa dengan kognisi manusia, dan pada dasarnya AI memang
diciptakan berdasarkan dari kognisi manusia itu sendiri. AI dan kognisi manusia
juga memiliki fungsi yang sama, yaitu untuk memanggil, memproses, dan menyimpan
suatu informasi.
DEFINISI EXPERT SYSTEM
| encrypted-tbn0.gstatic.com |
Expert system
(sistem pakar) adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer,
agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh
para ahli, dan sistem pakar yang baik dirancang agar dapat menyelesaikan suatu
permasalahan tertentu dengan meniru kerja dari para ahli (Kusumadewi,
2003:109). Pakar yang dimaksud disini adalah orang yang mempunyai keahlian
khusus yang dapat menyelesaikan masalah yang tidak dapat diselesaikan orang
awam. Contohnya dokter, mekanik, psikolog, dan lain-lain.
SEJARAH EXPERT SYSTEM
Expert system
dikembangkan oleh komunitas artificial
intelligence pada pertengahan tahun 1960. Pada periode ini, penelitian
tentang artificial intelligence didominasi oleh adanya kepercayaan bahwa
beberapa aturan-aturan dari serangkaian pemikiran dengan memanfaatkankemampuan
komputer dapat menghasilkan performansi pakar atau setaraf dengan manusia
super. Arah pengembangan dari sub bidang artificial intelligence ini adalah
general-purpose problem solver (GPS). General-purpose problem solver (GPS)
merupakan prosedur yang dikembangka noleh Newell dan Simon pada tahiun 1973,
dari teori mesin logika, yang mempunyai tujuan untuk menghasilkan suatu
komputer “cerdas”. Inilah yang kemudian dianggap sebagai pendahulu darisistem
pakar. Pada pertengahan tahun 1960 terjadi pergeseran dari general-purpose menjadi special- purpose
program.
Singkatnya,
expert system pertama kali
dikembangkan oleh komunitas AI pada pertengahan tahun 1960. Expert system yang muncul pertama kali
adalah General Purpose Problem Solver
(GPS) yang dikembangkan oleh Newel & Simon (Turban, 1995).
Dengan
perkembangan dari DENDRAL yaitu suatu sistem mengidentifikasistruktur molekul
suatu komposisi kimia yang dikembangkan oleh E. Feigenbaum di Stanford University. Mulai saat itu para
peneliti mengakui bahwa mekanisme pemecahan masalah hanyamerupakan sebagian
kecil dari suatu permasalahan yang komplek.
EXPERT SYSTEM
ELIZA
Program
yang dipublikasikan oleh Joseph Weizenbaum pada tahun 1966, yang dapat
mengelabui pengguna hingga mempercayai bahwa mereka sedang bercakap-cakap
dengan manusia nyata. Tujuan dari pembuatan program ini adalah untuk meniru
pembicaraan antara seorang psikolog dan pasiennya yang dimana Eliza berperan
sebagai psikoterapis dan memberikan saran dan nasihat tentang masalah penggunanya.
Kunci metode operasional Eliza melibatkan rekognisi dari isyarat kata-kata atau
kalimat input, dan output berupa tanggapan yang telah dipersiapkan atau
diprogram, yang dapat meneruskan percakapan dengan suatu cara sehingga tampak
bermakna.
PARRY
Parry
dibuat pada tahun 1972 oleh psikiatris Kenneth Colby ketika di Universitas
Stanford. Parry bertujuan untuk merefleksikan pikiran pasien dengan mental
paranoid yang serius. Program ini menjalankan model mentahan dari prilaku
schizophrenia paranoid berdasarkan konseptualisasi dan kepercayaan (penilaian
tentang konseptualisasi: penerimaan, penolakan, dan netral). Ini juga
menggunakan strategi percakapan, lebih serius dan merupakan program lanjutan
dari Eliza.
NET TALK
Connectionism adalah
gerakan dalam ilmu kognitif yang berharap untuk menjelaskan kemampuan
intelektual manusia menggunakan jaringan syaraf tiruan (juga dikenal sebagai
“jaringan syaraf”). Jaringan syaraf disederhanakan model otak terdiri dari
sejumlah besar unit (young analog neuron) bersama-sama dengan bobot yang
mengukur kekuatan hubungan antara unit. Model ini berat efek dari sinaps yang
menghubungkan satu neuron yang lain. Percobaan pada model semacam ini telah
menunjukkan kemampuan untuk mempelajari keterampilan seperti pengenalan wajah,
membaca, dan deteksi struktur gramatikal sederhana. Connectionists telah
membuat kemajuan yang signifikan dalam menunjukkan kekuatan jaringan saraf
untuk menguasai tugas-tugas kognitif. Berikut adalah tiga percobaan terkenal
yang telah mendorong connectionists untuk percaya bahwa JST model yang baik
dari kecerdasan manusia. Salah satu yang paling menarik dari upaya tersebut
adalah kerja 1987 Sejnowski dan Rosenberg di jaring yang dapat membaca teks
bahasa Inggris disebut NETtalk. Pelatihan ditetapkan untuk NETtalk adalah basis
data yang besar terdiri dari teks bahasa Inggris ditambah dengan output yang
sesuai fonetik-nya, yang ditulis dalam kode yang cocok untuk digunakan dengan
synthesizer pidato. Tape kinerja NETtalk di berbagai tahap pelatihan mendengarkan
sangat menarik. Pada awalnya output random noise. Kemudian, bersih suara
seperti itu mengoceh, dan kemudian masih seolah-olah itu adalah berbahasa
Inggris double-talk (pidato yang dibentuk dari suara yang menyerupai kata dalam
bahasa Inggris). Pada akhir pelatihan, NETtalk melakukan pekerjaan yang cukup
baik mengucapkan teks diberikan. Selain itu, kemampuan ini generalizes cukup
baik untuk teks yang tidak disajikan pada training set.
Referensi:
Referensi:
Turban, E. (1995). Decision
support system and expert system. New Jersey: Prentice Hall International.
Simon, H. A. (1987). Sistem pakar teori dan aplikasi. Yogyakarta:
Andi Yogyakarta.
#SIP SIM (SISTEM INFORMASI MANAJEMEN) & SPK (SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN)
DEFINISI SIM (SISTEM INFORMASI
MANAJEMEN) & SPK (SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN)
(SIM)
sistem informasi manejemen menurut Laudon dan Laudon (2008) adalah suatu susunan
komponen-komponen yang terintegrasi dan bekerja secara bersama-sama untuk
mengumpulkan, memproses, menyimpan dan menyebarkan informasi untuk mendukung
pengambilan keputusan, koordinasi, kontrol, analisis dan visualisasi dalam
sebuah organisasi.
Sedangkan
menurut Davis (2009), (SIM) sistem informasi manajemen adalah suatu sistem
operasional yang melaksanakan beraneka-ragam fungsi untuk menghasilkan keluaran
yang berguna bagi pelaksana operasi dan manajemen organisasi yang bersangkutan.
Marimin,
Tanjung, dan Prabowo (2005) menyatakan bahwa, sistem informasi manajemen adalah
sistem yang menyediakan informasi yang bertujuan untuk mendukung operasi
manajemen dan pengambilan keputusan dalam suatu organisasi.
Berdasarkan
definisi dari beberapa tokoh di atas dapat disimpulkan bahwa (SIM) sistem
informasi manajemen adalah sebuah sistem informasi yang menyediakan untuk
pelaporan yang berorientasi manajemen berdasarkan pemrosesannya dan operasi
organisasi/perusahaan untuk pengambilan keputusan.
![]() |
| kajianpustaka.com |
Menurut
Sutabri (2012), (SPK) sistem penunjang keputusan adalah suatu sistem informasi
untuk membantu menejer level menengah untuk memproses pengambilan. Keputusan
setengah struktur agar lebih efektif dengan menggunakan model-model analisis
dan data yang tersedia.
Serupa
dengan definisi dari Little (dalam Chung, 2018), sistem penunjang keputusan
adalah sekumpulan prosedur berbasis model untuk data pemrosesan dan penilaian
guna membantu para manajer untuk mengambil keputusan.
Simon
(2000), mendefinisikan (SPK) sistem penunjang keputusan sebagai bagian dari
Sistem Informasi berbasis kompter, termasuk sistem berbasis pengetahuan
(manajemen pengetahuan) yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan
dalam suatu organisasi atau sebuah perusahaan.
Berdasarkan
pengertian dari beberapa tokoh di atas dapat disimpulkan bahwa (SPK) sistem
penunjang keputusan adalah sekumpulan prosedur untuk data pemrosesan yang
berguna sebagai pendukung dalam pengambilan keputusan di suatu perusahaan atau
organisasi.
KONSEP SIM (SISTEM INFORMASI
MANAJEMEN) & SPK (SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN)
Konsep SIM
- Konsep Informasi
Informasi
menambahkan sesuatu pada penyajian yaitu sehubungan dengan waktu dan mutu.
- Konsep Manusia
sebagai Pengolah Informasi
Kemampuan
manusia sebagai pengolah informasi menentukan keterbatasan dalam sistem
informasi dan mengesankan dasar-dasar rancangan mereka.
- Konsep Sistem
Karena
sistem informas manajemen adalah sebuah sistem, maka konsep sistem perlu untuk
memahami dan merancang ancangan pada pengembangan sistem informasi.
- Konsep
Organisasi dan Manajemen
![]() |
| coret-coretanomdik wordpress.com |
- Konsep
Pengambilan Keputusan
Rancangan
SIM bukan hanya harus mencerminkan anacangan rasional terhadap optimasi, tetapi
juga teori keperilakuan pengambilan keputusan dalam organisasi.
- Konsep Nilai
Informasi
Informasi
mengubah keputusan, perubahan dalam nilai hasil akan menentukan nilai
informasi. Sistem informasi dalam perusahaan juga merupakan sistem
terbuka, dimana terjadi arus sumber daya dengan lingkungannya. Dalam informasi,
data input diperoleh dari lingkungan, misalnya informasi kenaikan pajak yang
diumumkan pemerintah, dan perubahan kurs mata uang. Semua data dari luar
tersebut mengalir masuk ke dalam sistem.
Konsep SPK
Konsep
sistem pendukung keputusan pertamakali dikenalkan oleh Michael S. Scoott Morton
pada tahun 1970-an dengan istilah Management Decision System (Sprague,1982).
SPK dirancang untuk mendukung seluruh tahap pengambilan keputuan mulai dari
mengidenifikasi masalah, memilih data yang relevan, dan menentukan pendekatan
yang digunakan dalam proses pengambilan keputusan, sampai mengevaluasi
pemilihan alternatif.
Sistem
Pendukung Keputusan (SPK) mulai dikembangkan pada tahun 1960-an, tetapi istilah
sistem pendukung keputusan itu sendiri baru muncul pada tahun 1971, yang
diciptakan oleh G. Anthony Gorry dan Micheal S.Scott Morton, keduanya adalah
profesor di MIT. Hal itu mereka lakukan dengan tujuan untuk menciptakan
kerangka kerja guna mengarahkan aplikasi komputer kepada pengambilan keputusan
manajemen.
KONSEP SIM (SISTEM INFORMASI MANAJEMEN) & SPK (SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN)
Model SIM
Sumber
informasi untuk pengambilan keputusan manajemen dapat diperoleh melalui
informasi eksternal dan informasi internal. Informasi internal dapat diperoleh
dari sistem informasi yang berupa hasil pengolahan data elektronik (PDE) atau
non-PDE.
Beberapa
model sistem informasi manajemen adalah sebagai berikut:
- Sistem
informasi akuntansi
- Sistem
informasi pemasaran
- Sistem
informasi manajemen persediaan
- Sistem
informasi personalia
- Sistem
informasi distribusi
- Sistem
informasi pembelian
- Sistem
informasi kekayaan
- Sistem
informasi analisis kredit
- Sistem
informasi penelitian dan pengembangan
- Sistem
informasi teknik
Model SPK
- Iconic
(Scale)
Replika fisik dari
sistem, biasanya dalam skala tertentu dari bentuk aslinya. GUI pada OOPL adalah
contoh dari model ini.
- Analog
Tak seperti sistem yang
sesungguhnya tetapi berlaku seperti itu. Lebih abstrak daripada model Iconic
dan merupakan representasi simbolis dari kenyataan. Contoh: bagan organisasi,
peta, bagan pasar modal, speedometer.
- Matematis
(Kuantitatif)
Kompleksitas hubungan dalam sistem
organisasi tak dapat direpesentasikan dengan Iconic atau Analog, karena kalau
pun bisa akan memakan waktu lama dan sulit. Analisis sistem penunjang keputusan
menggunakan perhitungan numerik yang dibantu dengan model matematis atau model
kuantitatif lainnya.
PERANAN
SIM DAN SPK DALAM MEMECAHKAN MASALAH DIBIDANG PSIKOLOGI
Dalam bidang psikologi, SIM dan SPK berperan untuk
pengambilan suatu keputusan. Keputusan tersebut yang nantinya akan berperan
pula dalam pemecahan masalah. Namun, sebelum pengambilan keputusan, dibutuhkan
rencana yang matang dan mengikuti proses yang sesuai.
Referensi:
Laudon, J. P., Laudon, K. C. (2008). Sistem informasi manajemen
edisi 10. Jakarta: Salemba Empat.
Chung. (2018). Sistem penunjang keputusan. Malang:
Bintang Seribu.
Marimin., Tanjung, H., & Prabowo, H. (2005). Sistem
informasi manajemen sumber daya manusia. Jakarta: Grasindo.
Sutabri, T. (2012). Konsep sistem informasi. Yogyakarta:
Andi Offset.
#SIP DATABASE
DATABASE
![]() |
| Techopedia.com |
Database
(basis data) adalah kumpulan data yang disimpan secara sistematis di dalam
komputer yang dapat diolah atau dimanipulasi menggunakan perangkat lunak
(program aplikasi) untuk menghasilkan informasi. Pendefinisian basis data
meliputi spesifikasi berupa tipe data, struktur data dan juga batasan-batasan
pada data yang akan disimpan.
Database
merupakan aspek yang sangat penting dalam sistem informasi karena berfungsi
sebagai gudang penyimpanan data yang akan diolah lebih lanjut. Basis data menjadi
penting karena dapat mengorganisasi data, menghidari duplikasi data,
menghindari hubungan antar data yang tidak jelas dan juga update yang rumit.
SEJARAH
DATABASE
Tahun 1960
Dari
awal penggunaan komputer, penyimpanan dan manipulasi data merupakan fokus utama
aplikasi. Pada awal tahun 1960, Charles Bachman diperusahaan General Electric mendesain generasi pertama DBMS yang
disebut Penyimpanan Data Terintegrasi (Integrated
Data Store). Dasar untuk model data jaringan dibentuk lalu distandardisasi
oleh Conference on Data System Language
(CODASYL). Kemudian, Bachman menerima ACM Turing Award (Penghargaan semacam
nobel pada ilmu komputer) di tahun 1973.
Pada
akhir tahun 1960-an, IBM mengembangkan system manajemen informasi (Information Manajemen System) DBMS. IMS
dibentuk dari representasi data pada kerangka kerja yang disebut model data
hierarki. Dalam waktu yang sama, hasil kerja sama antara IBM dengan perusahaan
penerbangan Amerika mengembangkan system
SABRE. System SABRE memungkinkan user mengakses data yang sama pada
jaringan komputer.
Tahun 1970
Pada
tahun 1970, Edgar Codd di laboratorium penelitian di San Jose mengusulkan suatu
representasi data baru yang disebut model data relational. Pada tahun 1980,
model relasional menjadi paradigm DBMS paling dominan. Bahasa query SQL
dikembangkan untuk basisdata relasional sebagai bagian proyek Sistem R dari
IBM. SQL di standardisasi di akhir tahun 1980 dan SQL-92 diadopsi oleh American National Standards Institute (ANSI) dan International Standards Organization (ISO). Program yang digunakan untuk eksekusi bersamaan dalam
basisdata disebut transaksi. User
menulis programnya, dan bertanggung jawab menjalankan program secara bersamaan
terhadap DBMS. Pada tahun 1999, James Gray memenangkan Turing award untuk kontribusinya pada manajemen transaksi dalam
DBMS.
Tahun 1980
Pada
akhir tahun 1980 dan permulaan tahun 1990, banyak bidang system basisdata
dikembangkan. Penelitian dibidang basisdata meliputi bahasa query yang
powerful, model data yang lengkap, dan penekanan pada dukungan analisis data
yang kompleks semua bagian organisasi. Beberapa vendor (misalnya IBM, DB2,
Oracle8, dan Informix UDS) memperluas sistemnya dengan kemampuan menyimpan tipe
data baru misalnya image dan text serta kemampuan query yang kompleks. Sistem khusus
dikembangkan banyak vendor untuk membuat data warehouse dan mengonsolidasi data beberapa basisdata.
Suatu
fenomena menarik adalah munculnya enterprice
resource planning (ERP) dan management
resource planning (MRP), yang menambah lapisan substansial dari fitur
berorientasi aplikasi pada DBMS utama. Paket yang digunakan secara luas
meliputi Baan, Oracle, PeopleSoft, SAP, dan Siebel. Paket tersebut
mengidentifikasi kumpulan tugas umum (misalnya manajemen inventori, perencanaan
sumber daya manusia, dan analisis keuangan) yang dihadapi oleh sejumlah besar
organisasi dan menyediakan lapisan aplikasi umum untuk melaksanakan tugas. Data
disimpan dalam DBMS relasional. Kemudian, lapisan aplikasi dapat disesuaikan
pada perusahaan berbeda sehingga biaya keseluruhan perusahaan menjadi lebih
rendah disbanding biaya pembuatan lapisan aplikasi dari awal. Lebih jauh, DBMS
memasuki dunia internet. Saat generasi pertama, web site menyimpan datanya
secara ekskulisif dalam file system operasi.
Pada saat ini, DBMS dapat digunakan untuk menyimpan data yang dapat diakese
melalui web browser. Query dapat
dibuat melalui form web dan format
jawabannya dengan menggunakan markup language
semisal HTML untuk mempermudah tampilan pada browser. Semua vendor basisdata menambah fitur ini untuk DBMS
mereka. (Ramakrishnan and Gehrke, 2003).
KONSEP DATABASE
![]() |
| javadanoracle.blogspot.com |
Database merupakan
kumpulan dari suatu data yang tersimpan dan saling berhubungan satu sama lain,
tersimpan dalam suatu komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya.
Penerapan database dalam suatu informasi
disebut dengan datebase system.
Suatu
data didefinisikan sebagai kumpulan data yang disatukan didalam suatu
organisasi. Organisasi tersebut dikatakan sebagai company, yaitu database
digunakan untuk menyimpan semua data yang diinginkan pada suatu lokasi
tertentu, sehingga suatu data dalam organisasi tersebut dapat dieleminasi.
Data
perlu disimpan di dalam database
untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut, fungsinya adalah supaya dapat
diorganisasikan sedemikian rupa sehingga membentuk informasi yang lebih
berkualitas.
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN DATABASE
a. Kelebihan
database:
- Terkontrolnya kerangkapan data dan inkonsistensi
- Terpeliharanya keselarasan data
- Data dapat dipakai secara bersama-sama
- Memudahkan penerapan standarisasi
- Memudahkan penerapan batasan-batasan pengamanan.
- Terpeliharanya intergritas data Terpeliharanya keseimbangan atas perbedaan kebutuhan data dari setiap aplikasi
- Program / data independent
b. Kekurangan database:
- Mahal dalam implementasinya
- Rumit/kompleks
- Penanganan proses recovery & backup sulit
- Kerusakan pada sistem basis data dapat mempengaruhi departemen yang terkait
PERANAN
DATABASE DAN DATABASE MANAJEMEN SISTEM DALAM MEMECAHKAN MASALAH DI BIDANG
PSIKOLOGI
Peranan
database dan sistem manajemen database dalam memecahkan masalah
dibidang psikologi adalah untuk menyimpan data-data yang bersifat rahasia milik
klien. Seorang psikolog, konselor, atau terapis dapat memanfaatkan database
agar data-data milik klien tersebut tetap terjaga kerahasiannya demi kode etik
pada psikologi.
Selain
itu, database dan sistem manejemen database dapat dimanfaatkan oleh para
psikolog, konselor, dan terapis sebagai sarana yang lebih praktis dalam bentuk
alat tes.
Referensi:
Ramakrishnan, R., Gehrke, J. (2003). Database management systems. USA: McGraw Hill
Kroenke, D. (2005). Database
processing jilid 2. Jakarta: Erlangga.
http://konsepdasardatabase.blogspot.com/
Sabtu, 13 Oktober 2018
#SIP CBIS DAN EVOLUSINYA
COMPUTER BASED INFORMATION SYSTEM (CBIS)
Computer Based Information System (CBIS) atau sistem informasi berbasis komputer, merupakan sistem pengolahan suatu data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dapat dipergunakan sebagai alat bantu yang mendukung pengambilan keputusan, koordinasi dan kendali serta visualisasi dan analisis.
Laudon dan Laudon (2008) menyatakan bahwa, Computer Based Information System (CBIS) merupakan sistem pengolah data yang menjadi sebuah informasi berkualitas dan dipergunakan untuk suatu alat bantu pengambilan keputusan. sistem informasi yang akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah "computer-based" atau pengolahan informasi yang berbasis pada komputer. sistem informasi "berbasis komputer" mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem informasi.
Laudon dan Laudon (2008) menyatakan bahwa, Computer Based Information System (CBIS) merupakan sistem pengolah data yang menjadi sebuah informasi berkualitas dan dipergunakan untuk suatu alat bantu pengambilan keputusan. sistem informasi yang akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah "computer-based" atau pengolahan informasi yang berbasis pada komputer. sistem informasi "berbasis komputer" mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem informasi.
Goel (2010) menyebutkan beberapa komponen dari CBIS, yaitu:
- Hardware
Perangkat komputer seperti keyboard, monitor, processor, dan printer, digunakan untuk menampilkan input, proses, dan aktivitas output.
- SoftwareProgram komputer yang memerintahkan operasi komputer.
- DatabaseSekumpulan koleksi data yang terdiri dari dua atau lebih data yang saling berhubungan.
- PeopleAdalah yang bekerja dengan computer based information system. Orang adalah elemen yang paling penting dalam computer based information system.
- ProceduresStrategi, kebijakan, metode, dan aturan untuk menggunakan computer based information system.
- Telecommunication, network, and internetTelecommunication dan network digunakan untuk menghubungkan komputer dan perangkat komputer di gedung, kota, daerah, atau sebrang dunia untuk memungkinkan terjadinya komunikasi elektronik. Internet adalah jaringan komputer terbesar di dunia, yang merupakan interkoneksi jaringan.
EVOLUSI
ELECTRONIC DATA PROCESSING (EDP)
Menurut Marshall (2005), EDP merupakan pemrosesan data dengan menggunakan sistem komputer, hanya dibutuhkan sedikit atau tidak sama sekali keterlibatan manusia ketika sedang diproses. EDP memiliki beberapa elemen antara lain, perangkat keras, perngakat lunak, database, procedures, dan personal brainware.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (SIM)
Menurut Kroenke (1989), SIM merupakan Ppngembangan dan penggunaan sistem-sistem informasi yang efektif dalam organisasi-organisasi.
Sedangkan menurut McLeod (1995), SIM adalah suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai yang mempunyai kebutuhan yang serupa.
Adapun fungsi dari sistem informasi manajemen, yaitu sebagai berikut:
- Meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji secara tepat waktu dan akurat bagi para pemakai, tanpa mengharuskan adanya perantara sistem informasi.
- Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem informasi secara kritis.
- Mengembangkan proses perencanaan yang efektif.
- Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan akan keterampilan pendukung sistem informasi.
- Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada sistem informasi.
- Memperbaiki produktivitas dalam aplikasi pengembangan dan pemeliharaan sistem.
- Bank menggunakan sistem informasi untuk mengolah cek-cek nasabah dan membuat berbagai laporan rekening koran dan transaksi yang terjadi.
- Perusahaan menggunakan sistem informasi untuk mempertahankan persediaan pada tingkat paling rendah agar konsisten dengan jenis barang yang tersedia.
OTOMATISASI KANTOR
Otomatisasi kantor merupakan sebuah rencana untuk menggabungkan teknologi tinggi melalui perbaikan proses pelaksanaan pekerjaan demi meningkatkan produktifitas pekerjaan. Asal mula otomatisasi kantor di awal 1960-an, ketika IBM menciptakan istilah word processing untuk menjelaskan kegaitan devisi mesin tik listriknya. Bukti nyata, pada tahun 1964, ketika IBM memasarkan mesin yang disebut Magnetic Tape/Selectric Typewriter (MT/ST) yaitu mesin ketik yang dapat mengetik kata-kata yang telah direkam dalam pita magnetik secara otomatis.
Jadi, otomatisasi kantor adalah penggunaan alat elektronik untuk memudahkan komunikasi formal dan informal terutama berkaitan dengan komunikasi informasi dengan orang-orang di dalam dan di luar perusahaan untuk meningkatkan produktivitas
Sistem Pakar (Expert System)
EXPERT SYSTEM
Expert system atau sistem pakar adalah suatu program komputer yang mengandung pengetahuan dari satu atau lebih pakar manusia mengenai suatu bidang spesifik. Jenis program ini pertama kali dikembangkan oleh periset kecerdasan buatan pada dasawarsa 1960-an dan 1970-an dan diterapkan secara komersial selama 1980-an. Bentuk umum sistem pakar adalah suatu program yang dibuat berdasarkan suatu set aturan yang menganalisis informasi (biasanya diberikan oleh pengguna suatu sistem) mengenai suatu kelas masalah spesifik serta analisis matematis dari masalah tersebut. Tergantung dari desainnya, sistem pakar juga mampu merekomendasikan suatu rangkaian tindakan pengguna untuk dapat menerapkan koreksi. Sistem ini memanfaatkan kapabilitas penalaran untuk mencapai suatu simpulan.
Referensi:
Goel, A. (2010). Computer fundamentals. India: Pearson.
Laudon, J. P., Laudon, K. C. (2008). Sistem informasi manajemen edisi 10. Jakarta: Salemba Empat.
Marshall, B. R. (2005). Accounting information systems. Jakarta: Salemba Empat.
McLeod, J. R. (1995). Management information system: a study of computer-based information systems. English: Englewood Cliffs, N.J.
Kronke, D. (1989). Project/casebook to accompany management information systems. Los Angeles: Mitchell Publishing.
Referensi Gambar:
http://dannaputri.blogspot.com
http://learnlearn.uk
#SIP KOMPUTER DAN KOGNISI MANUSIA
ARSITEKTUR KOMPUTER
Menurut Munazilin (2017), arsitektur
komputer adalah bagian yang terkait erat dengan unit-unit operasional dan
interkoneksi antar komponen penyusun sistem komputer dalam merealisasikan aspek
arsitektur-nya.
![]() |
| Soeryana & Koesheryatin's book. |
Soeryana dan Koesheryatin (2014), Arsitektur komputer terdiri atas:
- Sarana input: untuk memasukkan masukan ke memori, yang dapat dilakukan melalui keyboard.
- Sarana output: keluaran untuk menampilkan hasil pemrosesan. Dapat melalui layar monitor untuk pengeluaran lunak, dan printer untuk pengeluaran keras.
- CPU (Central Processing Unit): merupakan bagian terpenting dalam perangkat komputer karena CPU mempunyai peranan dalam mengendalikan bagian-bagian lain dalam komputer, serta mengubah masukan menjadi keluaran. CPU merupakan otak yang menggerak- kan, mengatur, dan mengoordinasikan semua operasi yang dilakukan oleh komputer. CPU terdiri atas control unit dan ALU (arithmetic logic unit). Menurut model ini, memori dianggap bukan bagian dari CPU, sementara ada ahli lain yang memasukkan memori ke dalam bagian CPU. Control unit berfungsi untuk menggerakkan semua bagian dalam komputer supaya dapat bekerja sama dalam suatıu sistem. ALU (arithmetic logic unit) merupakan bagian yang menjalankan fungsi operasi penghitungan dan logika.
- Control Unit: bagian dari CPU.
- ALU (arithmetic logic unit): bagian dari CPU.
- Memori: sarana penyimpanan primer untuk menyimpan semua perangkat lunak yang digunakan dalam mengoperasikan komputer, dan sebagian lain untuk menyimpan data yang dimasukkan melalui input.
- Sarana penyimpanan eksternal: berfungsi untuk menampung data atau informasi jika sarana penyimpana primer sudah tidak dapat menampungnya. Sarana penyimpanan eksternal dapat berupa floppy disk, cd, flash disk atau hard disk.
Menurut Suryadi (1994) Arsitektur
komputer adalah desain komputer yang meliputi set instruksi, komponen hardware, dan organisasi atau susunan
sistemnya. Terdapat dua bagian pokok pada arsitektur komputer, yaitu:
- Instructionset architecture (ISA) atau arsitektur set instruksi: ISA meliputi spesifikasi yang menentukan bagaimana programmer bahasa mesin akan berinteraksi dengan komputer. Computer dipandang dari segi ISA-nya yang menentukan sifat komputasional komputer.
- Hardwaresystem architecture (HAS) atau arsitektur system hardware. HAS berkaitan dengan subsistem hardware utama computer yang meliputi central processing unit (CPU) atau unit pemrosesan sentral, sistem penyimpanan dan input-output (I/O). HAS mencakup desain logis dan organisasi arys data dari subsistem, dan oleh karenanya tingkat HAS yang luas menjadikan mesin dapat beroperasi secara efisien.
Kelebihan dan Kekurangan Arsitektur Komputer
Kelebihan:
- Memiliki processor yang berjumlah lebih dari satu
- Bisa digunakan oleh banyak pengguna (multi user)
- Dapat membuka beberapa aplikasi dalam waktu bersamaan
- Menggunakan teknologi time sharring
- Kecepatan kerja processor-nya hingga 1GOPS (Giga Operations Per Second).
Kekurangan:
- Karena ukurannya yang besar, maka diperlukan ruangan yang besar untuk menyimpannya
- Harganya sangat mahal
- Interface dengan pengguna masih menggunakan teks
- Membutuhkan daya listrik yang sangat besar.
STRUKTUR KOGNISI MANUSIA
![]() |
| momonsudarma.blogspot.com |
Menurut Attwood (2002), kognisi adalah
proses mengetahui, termasuk pemikiran, pengetahuan, ingatan, dan imajinasi.
Dewanto, Suwono, Riyanto, dan
Turana (2007) mendefinisikan kognisi sebagai suatu kegiatan pikiran, saat seseorang sadar akan
objek suatu pemikiran atau persepsi. Kognisi mencangkup semua aspek pikiran dan
memori.
Menurut Yusa (2016), secara umum kognitif
diartikan potensi intelektual yang terdiri dari tahapan: pengetahuan (knowledge),
pemahaman (comprehention), penerapan (aplication), analisa (analysis), sintesa
(sinthesis), evaluasi (evaluation). Kognitif berarti persoalan yang menyangkut
kemampuan untuk mengembangkan kemampuan rasional (akal). Teori kognitif lebih
menekankan bagaimana proses atau upaya untuk mengoptimalkan kemampuan aspek
rasional yang dimiliki oleh manusia.
KAITAN ANTARA ARSITEKTUR KOMPUTER DAN KOGNISI MANUSIA
Berdasarkan penjelasan menurut beberapa tokoh yang telah dijabarkan di
atas, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara arsitektur komputer dan
struktur kognisi manusia karena komputer dan kognisi manusia memiliki kemampuan
yang sama, yaitu memproses informasi. Komputer dapat memproses informasi karena
bekerja sama dengan kognisi manusia, dimana kognisi manusia yang bertugas untuk
mengoperasikan arsitektur komputer tersebut.
Referensi:
Attwood, T. (2002). Asperger’s
syndrome: A guide for parents and professionals. London: Jessica Kingsley
Publishers.
Dewanto, G., Suwono, W. J., Riyanto, B., Turana, Y. (2007). Panduan praktis diagnosis & tata laksana
penyakit syaraf. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Munazilin, A. (2017). Arsitektur
komputer. Yogyakarta: Deepublish.
Soeryana, T., Koesheryatin. (2014). Aplikasi
internet menggunakan HTML, CSS, & JavaScript. Jakarta: Elex Media
Komputindo.
Suryadi, H. S. (1994). Pengantar arsitektur komputer (seri diktat). Jakarta: Gunadarma.
Yusa, I. M. M. (2016). Sinergi
sains, teknologi dan seni dalam proses berkarya kreatif di dunia teknologi
informasi. Bali: STMIK STIKOM Indonesia.
Langganan:
Postingan (Atom)






