Sabtu, 26 Januari 2019

#SIP APLIKASI PSIKOLOGI

Diposting oleh Nanda Choiru Nisaa di 01.48 0 komentar
Berikut merupakan flowchart dari pembuatan desain aplikasi yang bernama "PsychLib":
1. PsychLib
PsychLib adalah aplikasi yang berisi kumpulan buku-buku elektronik atau buku-buku digital. Buku elektronik di dalam aplikasi ini berisikan informasi yang berwujud teks dan gambar.

Berbeda dengan aplikasi buku elektronik pada umumnya, PsychLib merupakan aplikasi buku elektronik yang menyediakan buku-buku khusus seputar psikologi. Oleh karena itu, aplikasi ini diberi nama PsychLib yang berarti Psychology Library.


2. Logo dan Tampilan Awal
Berikut adalah desain tampilan awal aplikasi PsychLib



3. Login
Setelah meng-klik opsi ‘start’ pada halaman Tampilan Awal, maka akan muncul tampilan halaman Login seperti di bawah ini: 
Agar dapat lanjut ke halaman berikutnya, silahkan Login menggunakan opsi yang telah disediakan. 


4. Beranda
Berikut adalah tampilan Beranda setelah berhasil Login. Seperti yang bisa dilihat, di dalam Beranda terdapat buku-buku psikologi yang tampil secara acak:
Untuk mempermudah proses pencarian buku sesuai kebutuhan, silahkan klik ikon ‘cari’ yang terdapat di sebelah kanan atas Beranda, kemudian ketik secara manual judul buku atau nama pengarang yang diinginkan.

Hal lain yang dapat dilakukan untuk mempermudah proses pencarian buku sesuai   kebutuhan, adalah dengan meng-klik ikon ‘kategori’ yang terdapat di sebelah kiri atas Beranda, maka tampilan beranda akan menunjukkan seperti dibawah ini:


5. Koleksi Buku Saya
Di dalam aplikasi PsychLib ini, user dapat menyimpan buku-buku pilihannya. buku-tersebut akan tersimpan di halaman Koleksi Buku Saya. Untuk menampilkan halaman tersebut, user dapat meng-klik ikon 'koleksi buku' pada bagian kanan bawah Beranda, maka tampilan akan memperlihatkan koleksi buku pilihan user seperti di bawah ini:


6. Buku yang Sedang Dibaca
Berikut adalah tampilan buku yang sedang dibaca pada aplikasi PsychLib:


Sabtu, 29 Desember 2018

18/19_4PA04_Sistem Informasi Universitas Gunadarma

Diposting oleh Nanda Choiru Nisaa di 20.24 0 komentar





Haloooo...

kembali lagi di blog saya. Gimana lagi nunggu post bulanan dari blog ini?

Kali ini saya bersama teman-teman saya membuat video tentang Sistem Informasi Universitas Gunadarma. Penasaran gak gimana videonya? Check this out.

Jangan lupa buat like, comment dan subscribe ya!!!

Selamat Menonton...

Selasa, 06 November 2018

#SIP AI (ARTIFICIAL INTELLIGENCE) & EXPERT SYSTEM

Diposting oleh Nanda Choiru Nisaa di 20.42 0 komentar
DEFINISI AI (ARTIFICIAL INTELLIGENCE)
encrypted-tbn0.gstatic.com
AI (Artificial Intelligence) atau Kecerdasan Buatan merupakan salah satu cabang ilmu computer yang mempelajari bagaimana cara membuat sebuah mesin cerdas, yaitu mesin yang mempunyai kemampuan untuk belajar dan beradaptasi terhadap sesuatu. Tujuan dari riset-riset AI adalah bagaimana membuat sebuah mesin bisa berfikir sama halnya dengan manusia yang bisa berfikir. AI digunakan untuk menjawab problem yang tidak dapat diprediksi dan tidak bersifat algoritmik atau prosedural. Sampai saat ini, para peneliti di bidang AI masih banyak menyimpan pekerjaan rumah mereka disebabkan kompleksitas penelitian di bidang AI serta faktor dukungan teknologi untuk merealisasikannya. Karena area cakupan yang luas, AI dibagi lagi menjadi subsub bagian di mana sub-sub bagian tersebut dapat berdiri sendiri dan juga dapat saling melengkapi satu dengan lainnya.
AI (Artificial Intelligence) adalah istilah yang mungkin akan mengingatkan kita akan kehebatan optimus prime dalam film The Transformers. Kecerdasan buatan memang kerap diidentikkan dengan kemampuan robot yang dapat berperilaku seperti manusia. Definisi Kecerdasan Buatan, Berbagai definisi diungkapkan oleh para ahli untuk dapat memberi gambaran mengenai kecerdasan buatan, salah satunya adalah menurut Simon (1987), yaitu AI (Artificial Intelligence) merupakan kawasan penelitian, aplikasi dan instruksi yang terkait dengan pemrograman komputer untuk melakukan sesuatu hal yang dalam pandangan manusia adalah cerdas.

SEJARAH AI (ARTIFICIAL INTELLIGENCE)
Berbagai litelatur mengenai kecerdasan buatan menyebutkan bahwa ide mengenai kecerdasan buatan diawali pada awal abad 17 ketika Rene Descartes mengemukakan bahwa tubuh hewan bukanlah apa-apa melainkan hanya mesin-mesin yang rumit. Kemudian Blaise Pascal yang menciptakan mesin penghitung digital mekanis pertama pada 1642. Selanjutnya pada abad 19, Charles Babbage dan Ada Lovelace bekerja pada mesin penghitung mekanis yang dapat diprogram.
Perkembangan terus berlanjut, Bertrand Russell dan Alfred North Whitehead menerbitkan Principia Mathematica, yang merombak logika formal. Warren McCulloch dan Walter Pitts menerbitkan “Kalkulus Logis Gagasan yang tetap ada dalam Aktivitas” pada 1943 yang meletakkan pondasi awal untuk jaringan syaraf.
Tahun 1950-an adalah periode usaha aktif dalam AI. Program AI pertama yang bekerja ditulis pada 1951 untuk menjalankan mesin Ferranti Mark I di University of Manchester (UK): sebuah program permainan naskah yang ditulis oleh Christopher Strachey dan program permainan catur yang ditulis oleh Dietrich Prinz. John McCarthy membuat istilah “Kecerdasan Buatan” pada konferensi pertama pada tahun 1956, selain itu dia juga menemukan bahasa pemrograman Lisp. Alan Turing memperkenalkan “Turing test” sebagai sebuah cara untuk mengoperasionalkan test perilaku cerdas. Joseph Weizenbaum membangun ELIZA, sebuah chatterbot yang menerapkan psikoterapi Rogerian.
Selama tahun 1960-an dan 1970-an, Joel Moses mendemonstrasikan kekuatan pertimbangan simbolis untuk mengintegrasikan masalah di dalam program Macsyma, program berbasis pengetahuan yang sukses pertama kali dalam bidang matematika. Marvin Minsky dan Seymour Papert menerbitkan Perceptrons, yang mendemostrasikan batas jaringan syaraf sederhana dan Alain Colmerauer mengembangkan bahasa komputer Prolog. Ted Shortliffe mendemonstrasikan kekuatan sistem berbasis aturan untuk representasi pengetahuan dan inferensi dalam diagnosa dan terapi medis yang diyakini sebagai sistem pakar pertama. Hans Moravec mengembangkan kendaraan terkendali komputer pertama untuk mengatasi jalan yang mempunyai rintangan secara mandiri.

HUBUNGAN AI (ARTIFICIAL INTELLIGENCE) DAN KOGNISI MANUSIA
Hubungan AI dan kognisi manusia bisa dikatakan saling berkaitan, karena konsep yang dimiliki oleh AI serupa dengan kognisi manusia, dan pada dasarnya AI memang diciptakan berdasarkan dari kognisi manusia itu sendiri. AI dan kognisi manusia juga memiliki fungsi yang sama, yaitu untuk memanggil, memproses, dan menyimpan suatu informasi. 

DEFINISI EXPERT SYSTEM
encrypted-tbn0.gstatic.com
Expert system (sistem pakar) adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli, dan sistem pakar yang baik dirancang agar dapat menyelesaikan suatu permasalahan tertentu dengan meniru kerja dari para ahli (Kusumadewi, 2003:109). Pakar yang dimaksud disini adalah orang yang mempunyai keahlian khusus yang dapat menyelesaikan masalah yang tidak dapat diselesaikan orang awam. Contohnya dokter, mekanik, psikolog, dan lain-lain.

SEJARAH EXPERT SYSTEM
Expert system dikembangkan oleh komunitas artificial intelligence pada pertengahan tahun 1960. Pada periode ini, penelitian tentang artificial intelligence didominasi oleh adanya kepercayaan bahwa beberapa aturan-aturan dari serangkaian pemikiran dengan memanfaatkankemampuan komputer dapat menghasilkan performansi pakar atau setaraf dengan manusia super. Arah pengembangan dari sub bidang artificial intelligence ini adalah general-purpose problem solver (GPS). General-purpose problem solver (GPS) merupakan prosedur yang dikembangka noleh Newell dan Simon pada tahiun 1973, dari teori mesin logika, yang mempunyai tujuan untuk menghasilkan suatu komputer “cerdas”. Inilah yang kemudian dianggap sebagai pendahulu darisistem pakar. Pada pertengahan tahun 1960 terjadi pergeseran dari general-purpose menjadi special- purpose program.
Singkatnya, expert system pertama kali dikembangkan oleh komunitas AI pada pertengahan tahun 1960. Expert system yang muncul pertama kali adalah General Purpose Problem Solver (GPS) yang dikembangkan oleh Newel & Simon (Turban, 1995).
Dengan perkembangan dari DENDRAL yaitu suatu sistem mengidentifikasistruktur molekul suatu komposisi kimia yang dikembangkan oleh E. Feigenbaum di Stanford University. Mulai saat itu para peneliti mengakui bahwa mekanisme pemecahan masalah hanyamerupakan sebagian kecil dari suatu permasalahan yang komplek.

EXPERT SYSTEM
ELIZA
Program yang dipublikasikan oleh Joseph Weizenbaum pada tahun 1966, yang dapat mengelabui pengguna hingga mempercayai bahwa mereka sedang bercakap-cakap dengan manusia nyata. Tujuan dari pembuatan program ini adalah untuk meniru pembicaraan antara seorang psikolog dan pasiennya yang dimana Eliza berperan sebagai psikoterapis dan memberikan saran dan nasihat tentang masalah penggunanya. Kunci metode operasional Eliza melibatkan rekognisi dari isyarat kata-kata atau kalimat input, dan output berupa tanggapan yang telah dipersiapkan atau diprogram, yang dapat meneruskan percakapan dengan suatu cara sehingga tampak bermakna.
PARRY
Parry dibuat pada tahun 1972 oleh psikiatris Kenneth Colby ketika di Universitas Stanford. Parry bertujuan untuk merefleksikan pikiran pasien dengan mental paranoid yang serius. Program ini menjalankan model mentahan dari prilaku schizophrenia paranoid berdasarkan konseptualisasi dan kepercayaan (penilaian tentang konseptualisasi: penerimaan, penolakan, dan netral). Ini juga menggunakan strategi percakapan, lebih serius dan merupakan program lanjutan dari Eliza. 
NET TALK
Connectionism adalah gerakan dalam ilmu kognitif yang berharap untuk menjelaskan kemampuan intelektual manusia menggunakan jaringan syaraf tiruan (juga dikenal sebagai “jaringan syaraf”). Jaringan syaraf disederhanakan model otak terdiri dari sejumlah besar unit (young analog neuron) bersama-sama dengan bobot yang mengukur kekuatan hubungan antara unit. Model ini berat efek dari sinaps yang menghubungkan satu neuron yang lain. Percobaan pada model semacam ini telah menunjukkan kemampuan untuk mempelajari keterampilan seperti pengenalan wajah, membaca, dan deteksi struktur gramatikal sederhana. Connectionists telah membuat kemajuan yang signifikan dalam menunjukkan kekuatan jaringan saraf untuk menguasai tugas-tugas kognitif. Berikut adalah tiga percobaan terkenal yang telah mendorong connectionists untuk percaya bahwa JST model yang baik dari kecerdasan manusia. Salah satu yang paling menarik dari upaya tersebut adalah kerja 1987 Sejnowski dan Rosenberg di jaring yang dapat membaca teks bahasa Inggris disebut NETtalk. Pelatihan ditetapkan untuk NETtalk adalah basis data yang besar terdiri dari teks bahasa Inggris ditambah dengan output yang sesuai fonetik-nya, yang ditulis dalam kode yang cocok untuk digunakan dengan synthesizer pidato. Tape kinerja NETtalk di berbagai tahap pelatihan mendengarkan sangat menarik. Pada awalnya output random noise. Kemudian, bersih suara seperti itu mengoceh, dan kemudian masih seolah-olah itu adalah berbahasa Inggris double-talk (pidato yang dibentuk dari suara yang menyerupai kata dalam bahasa Inggris). Pada akhir pelatihan, NETtalk melakukan pekerjaan yang cukup baik mengucapkan teks diberikan. Selain itu, kemampuan ini generalizes cukup baik untuk teks yang tidak disajikan pada training set.


Referensi:

Turban, E. (1995). Decision support system and expert system. New Jersey: Prentice Hall International.
Simon, H. A. (1987). Sistem pakar teori dan aplikasi. Yogyakarta: Andi Yogyakarta.

#SIP SIM (SISTEM INFORMASI MANAJEMEN) & SPK (SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN)

Diposting oleh Nanda Choiru Nisaa di 12.18 0 komentar
DEFINISI SIM (SISTEM INFORMASI MANAJEMEN) & SPK (SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN)
(SIM) sistem informasi manejemen menurut Laudon dan Laudon (2008) adalah suatu susunan komponen-komponen yang terintegrasi dan bekerja secara bersama-sama untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan dan menyebarkan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan, koordinasi, kontrol, analisis dan visualisasi dalam sebuah organisasi.
Sedangkan menurut Davis (2009), (SIM) sistem informasi manajemen adalah suatu sistem operasional yang melaksanakan beraneka-ragam fungsi untuk menghasilkan keluaran yang berguna bagi pelaksana operasi dan manajemen organisasi yang bersangkutan. 
Marimin, Tanjung, dan Prabowo (2005) menyatakan bahwa, sistem informasi manajemen adalah sistem yang menyediakan informasi yang bertujuan untuk mendukung operasi manajemen dan pengambilan keputusan dalam suatu organisasi.
Berdasarkan definisi dari beberapa tokoh di atas dapat disimpulkan bahwa (SIM) sistem informasi manajemen adalah sebuah sistem informasi yang menyediakan untuk pelaporan yang berorientasi manajemen berdasarkan pemrosesannya dan operasi organisasi/perusahaan untuk pengambilan keputusan.
Related image
kajianpustaka.com
Menurut Sutabri (2012), (SPK) sistem penunjang keputusan adalah suatu sistem informasi untuk membantu menejer level menengah untuk memproses pengambilan. Keputusan setengah struktur agar lebih efektif dengan menggunakan model-model analisis dan data yang tersedia.
Serupa dengan definisi dari Little (dalam Chung, 2018), sistem penunjang keputusan adalah sekumpulan prosedur berbasis model untuk data pemrosesan dan penilaian guna membantu para manajer untuk mengambil keputusan.
Simon (2000), mendefinisikan (SPK) sistem penunjang keputusan sebagai bagian dari Sistem Informasi berbasis kompter, termasuk sistem berbasis pengetahuan (manajemen pengetahuan) yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau sebuah perusahaan.
Berdasarkan pengertian dari beberapa tokoh di atas dapat disimpulkan bahwa (SPK) sistem penunjang keputusan adalah sekumpulan prosedur untuk data pemrosesan yang berguna sebagai pendukung dalam pengambilan keputusan di suatu perusahaan atau organisasi.



KONSEP SIM (SISTEM INFORMASI MANAJEMEN) & SPK (SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN)

Konsep SIM

-        Konsep Informasi
Informasi menambahkan sesuatu pada penyajian yaitu sehubungan dengan waktu dan mutu.
-        Konsep Manusia sebagai Pengolah Informasi
Kemampuan manusia sebagai pengolah informasi menentukan keterbatasan dalam sistem informasi dan mengesankan dasar-dasar rancangan mereka.
-        Konsep Sistem
Karena sistem informas manajemen adalah sebuah sistem, maka konsep sistem perlu untuk memahami dan merancang ancangan pada pengembangan sistem informasi.
-        Konsep Organisasi dan Manajemen
Related image
coret-coretanomdik wordpress.com
Sistem informasi berada di dalam sebuah organisasi dan dirancang untuk mendukung fungsi manajemen. Informasi adalah penentu yang penting dalam bentuk keorganisasian.
-        Konsep Pengambilan Keputusan
Rancangan SIM bukan hanya harus mencerminkan anacangan rasional terhadap optimasi, tetapi juga teori keperilakuan pengambilan keputusan dalam organisasi.
-        Konsep Nilai Informasi
Informasi mengubah keputusan, perubahan dalam nilai hasil akan menentukan nilai informasi. Sistem informasi dalam perusahaan juga merupakan sistem terbuka, dimana terjadi arus sumber daya dengan lingkungannya. Dalam informasi, data input diperoleh dari lingkungan, misalnya informasi kenaikan pajak yang diumumkan pemerintah, dan perubahan kurs mata uang. Semua data dari luar tersebut mengalir masuk ke dalam sistem.


Konsep SPK

Konsep sistem pendukung keputusan pertamakali dikenalkan oleh Michael S. Scoott Morton pada tahun 1970-an dengan istilah Management Decision System (Sprague,1982). SPK dirancang untuk mendukung seluruh tahap pengambilan keputuan mulai dari mengidenifikasi masalah, memilih data yang relevan, dan menentukan pendekatan yang digunakan dalam proses pengambilan keputusan, sampai mengevaluasi pemilihan alternatif.
Sistem Pendukung Keputusan (SPK) mulai dikembangkan pada tahun 1960-an, tetapi istilah sistem pendukung keputusan itu sendiri baru muncul pada tahun 1971, yang diciptakan oleh G. Anthony Gorry dan Micheal S.Scott Morton, keduanya adalah profesor di MIT. Hal itu mereka lakukan dengan tujuan untuk menciptakan kerangka kerja guna mengarahkan aplikasi komputer kepada pengambilan keputusan manajemen.




KONSEP SIM (SISTEM INFORMASI MANAJEMEN) & SPK (SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN)

Model SIM
Sumber informasi untuk pengambilan keputusan manajemen dapat diperoleh melalui informasi eksternal dan informasi internal. Informasi internal dapat diperoleh dari sistem informasi yang berupa hasil pengolahan data elektronik (PDE) atau non-PDE.

Beberapa model sistem informasi manajemen adalah sebagai berikut:
-       Sistem informasi akuntansi
-       Sistem informasi pemasaran
-       Sistem informasi manajemen persediaan
-       Sistem informasi personalia
-       Sistem informasi distribusi
-       Sistem informasi pembelian
-       Sistem informasi kekayaan
-       Sistem informasi analisis kredit
-       Sistem informasi penelitian dan pengembangan
-       Sistem informasi teknik

Model SPK

-      Iconic (Scale)
Replika fisik dari sistem, biasanya dalam skala tertentu dari bentuk aslinya. GUI pada OOPL adalah contoh dari model ini.
-      Analog
Tak seperti sistem yang sesungguhnya tetapi berlaku seperti itu. Lebih abstrak daripada model Iconic dan merupakan representasi simbolis dari kenyataan. Contoh: bagan organisasi, peta, bagan pasar modal, speedometer.
-      Matematis (Kuantitatif)
Kompleksitas hubungan dalam sistem organisasi tak dapat direpesentasikan dengan Iconic atau Analog, karena kalau pun bisa akan memakan waktu lama dan sulit. Analisis sistem penunjang keputusan menggunakan perhitungan numerik yang dibantu dengan model matematis atau model kuantitatif lainnya.




PERANAN SIM DAN SPK DALAM MEMECAHKAN MASALAH DIBIDANG PSIKOLOGI

Dalam bidang psikologi, SIM dan SPK berperan untuk pengambilan suatu keputusan. Keputusan tersebut yang nantinya akan berperan pula dalam pemecahan masalah. Namun, sebelum pengambilan keputusan, dibutuhkan rencana yang matang dan mengikuti proses yang sesuai.



Referensi:
Laudon, J. P., Laudon, K. C. (2008). Sistem informasi manajemen edisi 10. Jakarta: Salemba Empat.
Chung. (2018). Sistem penunjang keputusan. Malang: Bintang Seribu.
Marimin., Tanjung, H., & Prabowo, H. (2005). Sistem informasi manajemen sumber daya manusia.   Jakarta: Grasindo.
Sutabri, T. (2012). Konsep sistem informasi. Yogyakarta: Andi Offset.

#SIP DATABASE

Diposting oleh Nanda Choiru Nisaa di 10.36 0 komentar

DATABASE

Related image
Techopedia.com
Database (basis data) adalah kumpulan data yang disimpan secara sistematis di dalam komputer yang dapat diolah atau dimanipulasi menggunakan perangkat lunak (program aplikasi) untuk menghasilkan informasi. Pendefinisian basis data meliputi spesifikasi berupa tipe data, struktur data dan juga batasan-batasan pada data yang akan disimpan.
Database merupakan aspek yang sangat penting dalam sistem informasi karena berfungsi sebagai gudang penyimpanan data yang akan diolah lebih lanjut. Basis data menjadi penting karena dapat mengorganisasi data, menghidari duplikasi data, menghindari hubungan antar data yang tidak jelas dan juga update yang rumit.



SEJARAH DATABASE
Tahun 1960
Dari awal penggunaan komputer, penyimpanan dan manipulasi data merupakan fokus utama aplikasi. Pada awal tahun 1960, Charles Bachman diperusahaan General Electric mendesain generasi pertama DBMS yang disebut Penyimpanan Data Terintegrasi (Integrated Data Store). Dasar untuk model data jaringan dibentuk lalu distandardisasi oleh Conference on Data System Language (CODASYL). Kemudian, Bachman menerima ACM Turing Award (Penghargaan semacam nobel pada ilmu komputer) di tahun 1973.
Pada akhir tahun 1960-an, IBM mengembangkan system manajemen informasi (Information Manajemen System) DBMS. IMS dibentuk dari representasi data pada kerangka kerja yang disebut model data hierarki. Dalam waktu yang sama, hasil kerja sama antara IBM dengan perusahaan penerbangan Amerika mengembangkan system SABRE. System SABRE memungkinkan user mengakses data yang sama pada jaringan komputer.
Tahun 1970
Pada tahun 1970, Edgar Codd di laboratorium penelitian di San Jose mengusulkan suatu representasi data baru yang disebut model data relational. Pada tahun 1980, model relasional menjadi paradigm DBMS paling dominan. Bahasa query SQL dikembangkan untuk basisdata relasional sebagai bagian proyek Sistem R dari IBM. SQL di standardisasi di akhir tahun 1980 dan SQL-92 diadopsi oleh American National Standards Institute (ANSI) dan International Standards Organization (ISO). Program yang digunakan untuk eksekusi bersamaan dalam basisdata disebut transaksi. User menulis programnya, dan bertanggung jawab menjalankan program secara bersamaan terhadap DBMS. Pada tahun 1999, James Gray memenangkan Turing award untuk kontribusinya pada manajemen transaksi dalam DBMS.
Tahun 1980
Pada akhir tahun 1980 dan permulaan tahun 1990, banyak bidang system basisdata dikembangkan. Penelitian dibidang basisdata meliputi bahasa query yang powerful, model data yang lengkap, dan penekanan pada dukungan analisis data yang kompleks semua bagian organisasi. Beberapa vendor (misalnya IBM, DB2, Oracle8, dan Informix UDS) memperluas sistemnya dengan kemampuan menyimpan tipe data baru misalnya image dan text serta kemampuan query yang kompleks. Sistem khusus dikembangkan banyak vendor untuk membuat data warehouse dan mengonsolidasi data beberapa basisdata.
Suatu fenomena menarik adalah munculnya enterprice resource planning (ERP) dan management resource planning (MRP), yang menambah lapisan substansial dari fitur berorientasi aplikasi pada DBMS utama. Paket yang digunakan secara luas meliputi Baan, Oracle, PeopleSoft, SAP, dan Siebel. Paket tersebut mengidentifikasi kumpulan tugas umum (misalnya manajemen inventori, perencanaan sumber daya manusia, dan analisis keuangan) yang dihadapi oleh sejumlah besar organisasi dan menyediakan lapisan aplikasi umum untuk melaksanakan tugas. Data disimpan dalam DBMS relasional. Kemudian, lapisan aplikasi dapat disesuaikan pada perusahaan berbeda sehingga biaya keseluruhan perusahaan menjadi lebih rendah disbanding biaya pembuatan lapisan aplikasi dari awal. Lebih jauh, DBMS memasuki dunia internet. Saat generasi pertama, web site menyimpan datanya secara ekskulisif dalam file system operasi. Pada saat ini, DBMS dapat digunakan untuk menyimpan data yang dapat diakese melalui web browser. Query dapat dibuat melalui form web dan format jawabannya dengan menggunakan markup language semisal HTML untuk mempermudah tampilan pada browser. Semua vendor basisdata menambah fitur ini untuk DBMS mereka. (Ramakrishnan and Gehrke, 2003).



KONSEP DATABASE


Image result for konsep database
javadanoracle.blogspot.com
Database merupakan kumpulan dari suatu data yang tersimpan dan saling berhubungan satu sama lain, tersimpan dalam suatu komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Penerapan database dalam suatu informasi disebut dengan datebase system.
Suatu data didefinisikan sebagai kumpulan data yang disatukan didalam suatu organisasi. Organisasi tersebut dikatakan sebagai company, yaitu database digunakan untuk menyimpan semua data yang diinginkan pada suatu lokasi tertentu, sehingga suatu data dalam organisasi tersebut dapat dieleminasi.
Data perlu disimpan di dalam database untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut, fungsinya adalah supaya dapat diorganisasikan sedemikian rupa sehingga membentuk informasi yang lebih berkualitas.



KELEBIHAN DAN KEKURANGAN DATABASE


a.       Kelebihan database:
  • Terkontrolnya kerangkapan data dan inkonsistensi
  • Terpeliharanya keselarasan data
  • Data dapat dipakai secara bersama-sama
  • Memudahkan penerapan standarisasi
  • Memudahkan penerapan batasan-batasan pengamanan.
  • Terpeliharanya intergritas data Terpeliharanya keseimbangan atas perbedaan kebutuhan data dari setiap aplikasi 
  • Program / data independent
b.      Kekurangan database:
  • Mahal dalam implementasinya
  • Rumit/kompleks
  • Penanganan proses recovery & backup sulit
  • Kerusakan pada sistem basis data dapat mempengaruhi departemen yang terkait  


PERANAN DATABASE DAN DATABASE MANAJEMEN SISTEM DALAM MEMECAHKAN MASALAH DI BIDANG PSIKOLOGI

Peranan database dan sistem manajemen database dalam memecahkan masalah dibidang psikologi adalah untuk menyimpan data-data yang bersifat rahasia milik klien. Seorang psikolog, konselor, atau terapis dapat memanfaatkan database agar data-data milik klien tersebut tetap terjaga kerahasiannya demi kode etik pada psikologi.
Selain itu, database dan sistem manejemen database dapat dimanfaatkan oleh para psikolog, konselor, dan terapis sebagai sarana yang lebih praktis dalam bentuk alat tes.


Referensi:
Ramakrishnan, R., Gehrke, J. (2003). Database management systems. USA: McGraw Hill
Kroenke, D. (2005). Database processing jilid 2. Jakarta: Erlangga.
http://konsepdasardatabase.blogspot.com/

Sabtu, 13 Oktober 2018

#SIP CBIS DAN EVOLUSINYA

Diposting oleh Nanda Choiru Nisaa di 07.44 0 komentar

COMPUTER BASED INFORMATION SYSTEM (CBIS) 

Computer Based Information System (CBIS) atau sistem informasi berbasis komputer, merupakan sistem pengolahan suatu data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dapat dipergunakan sebagai alat bantu yang mendukung pengambilan keputusan, koordinasi dan kendali serta visualisasi dan analisis.

Laudon dan Laudon (2008) menyatakan bahwa, Computer Based Information System (CBIS) merupakan sistem pengolah data yang menjadi sebuah informasi berkualitas dan dipergunakan untuk suatu alat bantu pengambilan keputusan. sistem informasi yang akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah "computer-based" atau pengolahan informasi yang berbasis pada komputer. sistem informasi "berbasis komputer" mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem informasi.

Goel (2010) menyebutkan beberapa komponen dari CBIS, yaitu:
  • Hardware
    Image result for computer based information system

    Perangkat komputer seperti keyboard, monitor, processor, dan printer, digunakan untuk menampilkan input, proses, dan aktivitas output.
  • Software
    Program komputer yang memerintahkan operasi komputer.
  • Database
    Sekumpulan koleksi data yang terdiri dari dua atau lebih data yang saling berhubungan.
  • People
    Adalah yang bekerja dengan computer based information system. Orang adalah elemen yang paling penting dalam computer based information system.
  • Procedures
    Strategi, kebijakan, metode, dan aturan untuk menggunakan computer based information system.
  • Telecommunication, network, and internet
    Telecommunication dan network digunakan untuk menghubungkan komputer dan perangkat komputer di gedung, kota, daerah, atau sebrang dunia untuk memungkinkan terjadinya komunikasi elektronik. Internet adalah jaringan komputer terbesar di dunia, yang merupakan interkoneksi jaringan.


EVOLUSI


ELECTRONIC DATA PROCESSING (EDP)

Menurut Marshall (2005), EDP merupakan pemrosesan data dengan menggunakan sistem komputer, hanya dibutuhkan sedikit atau tidak sama sekali keterlibatan manusia ketika sedang diproses. EDP memiliki beberapa elemen antara lain, perangkat keras, perngakat  lunak, databaseprocedures, dan personal brainware.



SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (SIM)

Menurut Kroenke (1989), SIM merupakan Ppngembangan dan penggunaan sistem-sistem informasi yang efektif dalam organisasi-organisasi.

Sedangkan menurut McLeod (1995), SIM adalah suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai yang mempunyai kebutuhan yang serupa.

Adapun fungsi dari sistem informasi manajemen, yaitu sebagai berikut:
  • Meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji secara tepat waktu dan akurat bagi para pemakai, tanpa mengharuskan adanya perantara sistem informasi.
  • Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem informasi secara kritis.
  • Mengembangkan proses perencanaan yang efektif.
  • Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan akan keterampilan pendukung sistem informasi.
  • Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada sistem informasi.
  • Memperbaiki produktivitas dalam aplikasi pengembangan dan pemeliharaan sistem.
  • Bank menggunakan sistem informasi untuk mengolah cek-cek nasabah dan membuat berbagai laporan rekening koran dan transaksi yang terjadi.
  • Perusahaan menggunakan sistem informasi untuk mempertahankan persediaan pada tingkat paling rendah agar konsisten dengan jenis barang yang tersedia.


OTOMATISASI KANTOR

Otomatisasi kantor merupakan sebuah rencana untuk menggabungkan teknologi tinggi melalui perbaikan proses pelaksanaan pekerjaan demi meningkatkan produktifitas pekerjaan. Asal mula otomatisasi kantor di awal 1960-an, ketika IBM menciptakan istilah word processing untuk menjelaskan kegaitan devisi mesin tik listriknya. Bukti nyata, pada tahun 1964, ketika IBM memasarkan mesin yang disebut Magnetic Tape/Selectric Typewriter (MT/ST) yaitu mesin ketik yang dapat mengetik kata-kata yang telah direkam dalam pita magnetik secara otomatis.

Jadi, otomatisasi kantor adalah penggunaan alat elektronik untuk memudahkan komunikasi formal dan informal terutama berkaitan dengan komunikasi informasi dengan orang-orang di dalam dan di luar perusahaan untuk meningkatkan produktivitas
Sistem Pakar (Expert System)



EXPERT SYSTEM

Expert system atau sistem pakar adalah suatu program komputer yang mengandung pengetahuan dari satu atau lebih pakar manusia mengenai suatu bidang spesifik. Jenis program ini pertama kali dikembangkan oleh periset kecerdasan buatan pada dasawarsa 1960-an dan 1970-an dan diterapkan secara komersial selama 1980-an. Bentuk umum sistem pakar adalah suatu program yang dibuat berdasarkan suatu set aturan yang menganalisis informasi (biasanya diberikan oleh pengguna suatu sistem) mengenai suatu kelas masalah spesifik serta analisis matematis dari masalah tersebut. Tergantung dari desainnya, sistem pakar juga mampu merekomendasikan suatu rangkaian tindakan pengguna untuk dapat menerapkan koreksi. Sistem ini memanfaatkan kapabilitas penalaran untuk mencapai suatu simpulan.



Referensi:
Goel, A. (2010). Computer fundamentals. India: Pearson.
Laudon, J. P., Laudon, K. C. (2008). Sistem informasi manajemen edisi 10. Jakarta: Salemba Empat.
Marshall, B. R. (2005). Accounting information systems. Jakarta: Salemba Empat.
McLeod, J. R. (1995). Management information system:  a study of computer-based information systems. English: Englewood Cliffs, N.J.
Kronke, D. (1989). Project/casebook to accompany management information systems. Los Angeles: Mitchell Publishing.

Referensi Gambar:
http://dannaputri.blogspot.com
http://learnlearn.uk

 

Nanda Choirunisaa Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos