Sabtu, 13 Oktober 2018

#SIP CBIS DAN EVOLUSINYA

Diposting oleh Nanda Choiru Nisaa di 07.44 0 komentar

COMPUTER BASED INFORMATION SYSTEM (CBIS) 

Computer Based Information System (CBIS) atau sistem informasi berbasis komputer, merupakan sistem pengolahan suatu data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dapat dipergunakan sebagai alat bantu yang mendukung pengambilan keputusan, koordinasi dan kendali serta visualisasi dan analisis.

Laudon dan Laudon (2008) menyatakan bahwa, Computer Based Information System (CBIS) merupakan sistem pengolah data yang menjadi sebuah informasi berkualitas dan dipergunakan untuk suatu alat bantu pengambilan keputusan. sistem informasi yang akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah "computer-based" atau pengolahan informasi yang berbasis pada komputer. sistem informasi "berbasis komputer" mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem informasi.

Goel (2010) menyebutkan beberapa komponen dari CBIS, yaitu:
  • Hardware
    Image result for computer based information system

    Perangkat komputer seperti keyboard, monitor, processor, dan printer, digunakan untuk menampilkan input, proses, dan aktivitas output.
  • Software
    Program komputer yang memerintahkan operasi komputer.
  • Database
    Sekumpulan koleksi data yang terdiri dari dua atau lebih data yang saling berhubungan.
  • People
    Adalah yang bekerja dengan computer based information system. Orang adalah elemen yang paling penting dalam computer based information system.
  • Procedures
    Strategi, kebijakan, metode, dan aturan untuk menggunakan computer based information system.
  • Telecommunication, network, and internet
    Telecommunication dan network digunakan untuk menghubungkan komputer dan perangkat komputer di gedung, kota, daerah, atau sebrang dunia untuk memungkinkan terjadinya komunikasi elektronik. Internet adalah jaringan komputer terbesar di dunia, yang merupakan interkoneksi jaringan.


EVOLUSI


ELECTRONIC DATA PROCESSING (EDP)

Menurut Marshall (2005), EDP merupakan pemrosesan data dengan menggunakan sistem komputer, hanya dibutuhkan sedikit atau tidak sama sekali keterlibatan manusia ketika sedang diproses. EDP memiliki beberapa elemen antara lain, perangkat keras, perngakat  lunak, databaseprocedures, dan personal brainware.



SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (SIM)

Menurut Kroenke (1989), SIM merupakan Ppngembangan dan penggunaan sistem-sistem informasi yang efektif dalam organisasi-organisasi.

Sedangkan menurut McLeod (1995), SIM adalah suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai yang mempunyai kebutuhan yang serupa.

Adapun fungsi dari sistem informasi manajemen, yaitu sebagai berikut:
  • Meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji secara tepat waktu dan akurat bagi para pemakai, tanpa mengharuskan adanya perantara sistem informasi.
  • Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem informasi secara kritis.
  • Mengembangkan proses perencanaan yang efektif.
  • Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan akan keterampilan pendukung sistem informasi.
  • Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada sistem informasi.
  • Memperbaiki produktivitas dalam aplikasi pengembangan dan pemeliharaan sistem.
  • Bank menggunakan sistem informasi untuk mengolah cek-cek nasabah dan membuat berbagai laporan rekening koran dan transaksi yang terjadi.
  • Perusahaan menggunakan sistem informasi untuk mempertahankan persediaan pada tingkat paling rendah agar konsisten dengan jenis barang yang tersedia.


OTOMATISASI KANTOR

Otomatisasi kantor merupakan sebuah rencana untuk menggabungkan teknologi tinggi melalui perbaikan proses pelaksanaan pekerjaan demi meningkatkan produktifitas pekerjaan. Asal mula otomatisasi kantor di awal 1960-an, ketika IBM menciptakan istilah word processing untuk menjelaskan kegaitan devisi mesin tik listriknya. Bukti nyata, pada tahun 1964, ketika IBM memasarkan mesin yang disebut Magnetic Tape/Selectric Typewriter (MT/ST) yaitu mesin ketik yang dapat mengetik kata-kata yang telah direkam dalam pita magnetik secara otomatis.

Jadi, otomatisasi kantor adalah penggunaan alat elektronik untuk memudahkan komunikasi formal dan informal terutama berkaitan dengan komunikasi informasi dengan orang-orang di dalam dan di luar perusahaan untuk meningkatkan produktivitas
Sistem Pakar (Expert System)



EXPERT SYSTEM

Expert system atau sistem pakar adalah suatu program komputer yang mengandung pengetahuan dari satu atau lebih pakar manusia mengenai suatu bidang spesifik. Jenis program ini pertama kali dikembangkan oleh periset kecerdasan buatan pada dasawarsa 1960-an dan 1970-an dan diterapkan secara komersial selama 1980-an. Bentuk umum sistem pakar adalah suatu program yang dibuat berdasarkan suatu set aturan yang menganalisis informasi (biasanya diberikan oleh pengguna suatu sistem) mengenai suatu kelas masalah spesifik serta analisis matematis dari masalah tersebut. Tergantung dari desainnya, sistem pakar juga mampu merekomendasikan suatu rangkaian tindakan pengguna untuk dapat menerapkan koreksi. Sistem ini memanfaatkan kapabilitas penalaran untuk mencapai suatu simpulan.



Referensi:
Goel, A. (2010). Computer fundamentals. India: Pearson.
Laudon, J. P., Laudon, K. C. (2008). Sistem informasi manajemen edisi 10. Jakarta: Salemba Empat.
Marshall, B. R. (2005). Accounting information systems. Jakarta: Salemba Empat.
McLeod, J. R. (1995). Management information system:  a study of computer-based information systems. English: Englewood Cliffs, N.J.
Kronke, D. (1989). Project/casebook to accompany management information systems. Los Angeles: Mitchell Publishing.

Referensi Gambar:
http://dannaputri.blogspot.com
http://learnlearn.uk

#SIP KOMPUTER DAN KOGNISI MANUSIA

Diposting oleh Nanda Choiru Nisaa di 07.41 0 komentar

ARSITEKTUR KOMPUTER

Menurut Munazilin (2017), arsitektur komputer adalah bagian yang terkait erat dengan unit-unit operasional dan interkoneksi antar komponen penyusun sistem komputer dalam merealisasikan aspek arsitektur-nya.

Soeryana & Koesheryatin's book.
Sedangkan menurut Soeryana dan Koesheryatin (2014), arsitektur komputer terdiri atas perangkat keras dan perangkat lunak. Salah satu elemen perangkat keras yang penting ialah komputer. Komputer akan digunakan sebagai sarana untuk mengendalikan sistem informasi yang berbasis komputer, yang merupakan salah satu bentuk aplikasi dari teknologi informasi. Elemen-elemen perangkat keras komputer dapat dilihat seperti di samping ini:

Soeryana dan Koesheryatin (2014), Arsitektur komputer terdiri atas:
  • Sarana input: untuk memasukkan masukan ke memori, yang dapat dilakukan melalui keyboard.
  • Sarana output: keluaran untuk menampilkan hasil pemrosesan. Dapat melalui layar monitor untuk pengeluaran lunak, dan printer untuk pengeluaran keras.
  • CPU (Central Processing Unit): merupakan bagian terpenting dalam perangkat komputer karena CPU mempunyai peranan dalam mengendalikan bagian-bagian lain dalam komputer, serta mengubah masukan menjadi keluaran. CPU merupakan otak yang menggerak- kan, mengatur, dan mengoordinasikan semua operasi yang dilakukan oleh komputer. CPU terdiri atas control unit dan ALU (arithmetic logic unit). Menurut model ini, memori dianggap bukan bagian dari CPU, sementara ada ahli lain yang memasukkan memori ke dalam bagian CPU. Control unit berfungsi untuk menggerakkan semua bagian dalam komputer supaya dapat bekerja sama dalam suatıu sistem. ALU (arithmetic logic unit) merupakan bagian yang menjalankan fungsi operasi penghitungan dan logika.
  • Control Unit: bagian dari CPU.
  • ALU (arithmetic logic unit): bagian dari CPU.
  • Memori: sarana penyimpanan primer untuk menyimpan semua perangkat lunak yang digunakan dalam mengoperasikan komputer, dan sebagian lain untuk menyimpan data yang dimasukkan melalui input.
  • Sarana penyimpanan eksternal: berfungsi untuk menampung data atau informasi jika sarana penyimpana primer sudah tidak dapat menampungnya. Sarana penyimpanan eksternal dapat berupa floppy disk, cd, flash disk atau hard disk.
Menurut Suryadi (1994) Arsitektur komputer adalah desain komputer yang meliputi set instruksi, komponen hardware, dan organisasi atau susunan sistemnya. Terdapat dua bagian pokok pada arsitektur komputer, yaitu:
  • Instructionset architecture (ISA) atau arsitektur set instruksi: ISA meliputi spesifikasi yang menentukan bagaimana programmer bahasa mesin akan berinteraksi dengan komputer. Computer dipandang dari segi ISA-nya yang menentukan sifat komputasional komputer.
  • Hardwaresystem architecture (HAS) atau arsitektur system hardware. HAS berkaitan dengan subsistem hardware utama computer yang meliputi central processing unit (CPU) atau unit pemrosesan sentral, sistem penyimpanan dan input-output (I/O). HAS mencakup desain logis dan organisasi arys data dari subsistem, dan oleh karenanya tingkat HAS yang luas menjadikan mesin dapat beroperasi secara efisien. 

Kelebihan dan Kekurangan Arsitektur Komputer
Kelebihan:
  • Memiliki processor yang berjumlah lebih dari satu
  • Bisa digunakan oleh banyak pengguna (multi user)
  • Dapat membuka beberapa aplikasi dalam waktu bersamaan
  • Menggunakan teknologi time sharring
  • Kecepatan kerja processor-nya hingga 1GOPS (Giga Operations Per Second).
Kekurangan:
  • Karena ukurannya yang besar, maka diperlukan ruangan yang besar untuk menyimpannya
  • Harganya sangat mahal
  • Interface dengan pengguna masih menggunakan teks
  • Membutuhkan daya listrik yang sangat besar.



STRUKTUR KOGNISI MANUSIA

Image result for kognisi cartoon
momonsudarma.blogspot.com
Menurut Attwood (2002), kognisi adalah proses mengetahui, termasuk pemikiran, pengetahuan, ingatan, dan imajinasi.

Dewanto, Suwono, Riyanto, dan Turana (2007) mendefinisikan kognisi sebagai suatu kegiatan pikiran, saat seseorang sadar akan objek suatu pemikiran atau persepsi. Kognisi mencangkup semua aspek pikiran dan memori.

Menurut Yusa (2016), secara umum kognitif diartikan potensi intelektual yang terdiri dari tahapan: pengetahuan (knowledge), pemahaman (comprehention), penerapan (aplication), analisa (analysis), sintesa (sinthesis), evaluasi (evaluation). Kognitif berarti persoalan yang menyangkut kemampuan untuk mengembangkan kemampuan rasional (akal). Teori kognitif lebih menekankan bagaimana proses atau upaya untuk mengoptimalkan kemampuan aspek rasional yang dimiliki oleh manusia.



KAITAN ANTARA ARSITEKTUR KOMPUTER DAN KOGNISI MANUSIA


Berdasarkan penjelasan menurut beberapa tokoh yang telah dijabarkan di atas, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara arsitektur komputer dan struktur kognisi manusia karena komputer dan kognisi manusia memiliki kemampuan yang sama, yaitu memproses informasi. Komputer dapat memproses informasi karena bekerja sama dengan kognisi manusia, dimana kognisi manusia yang bertugas untuk mengoperasikan arsitektur komputer tersebut.



Referensi:
Attwood, T. (2002). Asperger’s syndrome: A guide for parents and professionals. London: Jessica Kingsley Publishers.
Dewanto, G., Suwono, W. J., Riyanto, B., Turana, Y. (2007). Panduan praktis diagnosis & tata laksana penyakit syaraf. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Munazilin, A. (2017). Arsitektur komputer. Yogyakarta: Deepublish.
Soeryana, T., Koesheryatin. (2014). Aplikasi internet menggunakan HTML, CSS, & JavaScript. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Suryadi, H. S. (1994). Pengantar arsitektur komputer (seri diktat). Jakarta: Gunadarma.
Yusa, I. M. M. (2016). Sinergi sains, teknologi dan seni dalam proses berkarya kreatif di dunia teknologi informasi. Bali: STMIK STIKOM Indonesia.

Kamis, 11 Oktober 2018

#SIP DEFINISI SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI

Diposting oleh Nanda Choiru Nisaa di 07.28 0 komentar
SISTEM

Sutarman (2009), sistem adalah kumpulan elemen yang saling berinteraksi dalam suatu kesatuan untuk menjalankan suatu proses pencapaian suatu tujuan utama.

Sutabri (2012) mengatakan bahwa pada dasarnya sistem adalah sekelompok unsur yang erat hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu.

Menurut Eriyanto (2004), sistem adalah suatu kesatuan usaha yang terdiri dari bagian-bagian yang berkaitan satu sama lain yang berusaha mencapai suatu tujuan dalam suatu lingkungan kompleks.

Sedangkan menurut Susanto (2013), sistem adalah kumpulan/group dari sub sistem/bagian/komponen apapun baik phisik ataupun non phisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai satu tujuan tertentu.

Serupa dengan pendapat para tokoh yang telah tertera di atas, Jogiyanto (2005) menyatakan bahwa sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.

Berdasarkan definisi dari beberapa para ahli, dapat disimpulkan bahwa sistem adalah kumpulan dari elemen atau komponen yang bersatu dan berhubungan untuk menyelesaikan suatu tujuan tertentu.




Related image
id.kisspng.com
INFORMASI

Menurut McLeod (dalam Yakub, 2012), informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.

Sedangkan menurut Sutabri (2012), informasi adalah data yang telah diklasifikasikan atau diolah atau diinterpretasikan untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan.

Al Fatta (2007) menyatakan bahwa, informasi merupakan data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau mendatang.

Menurut Cushing (1978) informasi adalah sesuatu hal yang menunjukkan hasil dari proses pengolahan data yang terorganisir dan data tersebut mempunyai kebergunaan bagi orang yang menerimanya.

Begitu pula menurut Anthony & Dearden (1976) informasi adalah suatu hal yang bersifat nyata yang berupa data atau item yang dapat menambah pengetahuan serta wawasan bagi penggunanya.

Berdasarkan dari beberapa definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa informasi adalah suatu data yang telah diolah sedemikian rupa sehingga bermanfaat bagi orang yang menerima data tersebut.



PSIKOLOGI

www.vectorstock.com
Menurut Sit (2017) psikologi adalah cabang ilmu pengetahuan yang membahas prilaku, tindakan, atau proses mental dan pikiran, diri atau kepribadian yang terkait dengan proses mental.

Sedangkan Loewenthal (dalam Sit, 2017) berpendapat bahwa, psikologi adalah studi sistematis tentang prilaku manusia mencangkup peranan insting, budaya, fungsi berpikir, inteligensi, dan bahasa.

Menurut Kartono (1987), psikologi adalah ilmu yang mempelajari proses-proses mental dan perilaku makhluk hidup, ataupun proses-proses mental dan perilaku itu sendiri.

Plotnik (2005) mengatakan bahwa, psikologi merupakan studi yang sistematik dan ilmiah tentang perilaku dan proses mental.

Sedangkan menurut Morgan (dalam Sarwono, 2009) psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dan hewan.

Berdasarkan defisini dari beberapa tokoh di atas, dapat disimpulkan bahwa, psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang proses mental dan perilaku, baik pada manusia maupun pada hewan.



SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI

Sistem informasi psikologi adalah elemen-elemen yang bersatu untuk mencapai suatu tujuan tertentu dan berlanjut menjadi sebuah data yang telah diolah agar memiliki manfaat bagi si pengguna/penerima data tersebut dalam pengambilan keputusan pada saat ini atau saat mendatang, dimana hal-hal ini melibatkan proses mental pada makhluk hidup.



Referensi:
Eriyanto. (2004). Teknik dan aplikasi pengambilan keputusan kriteria majemuk. Bogor: Grasindo.
Jogiyanto. (2005). Analisis dan desain sistem informasi. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Susanto, A. (2013). Sistem informasi akutansi. Bandung: Lingga Jaya.
Sutarman. (2009). Pengantar teknologi informasi. Jakarta: Bumi Aksara.
Sutabri, T. (2012). Analisis sistem informasi. Yogyakarta. Penerbit Andi.
Al Fatta, H. (2007). Analisis dan perancangan sistem informasi untuk keunggulan bersaing perusahaan dan organisasi modern. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Anthony, R. N., Dearden, J. (1976). Management control systems. United States: R. D. Irwin.
Cushing, B. E. (1978). Accounting information system and business organization 2nd edition. United States: Addison-Wesley Educational Publishers Inc.
Sutabri, T. (2012). Analisis sistem informasi. Yogyakarta. Penerbit Andi.
Yakub. (2012). Pengantar Sistem informasi. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Plotnik (2005). Introduction of psychology. Sydney: Thomson & Wadworth.
Sit, M. (2017). Psikologi perkembangan anak usia dini: Edisi pertama. Depok: Kencana.
Kartono, K. (1987). Kamus psikologi. Jakarta: Pionir Jaya.
Sarwono, S. W. (2009). Pengantar psikologi umum. Jakarta: Rajawali Pers.


 

Nanda Choirunisaa Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos